Laung Rakyat
Laung Rakyat

Tips mengajari anak untuk meminta maaf

Apakah sulit bagi anak Anda untuk meminta maaf? Bahkan setelah mengambil mainan teman, menumpahkan sesuatu atau memecahkan sesuatu, dia masih tidak bergerak dan tampak polos? Bahkan jika Anda membujuknya untuk meminta maaf, dia tetap tidak mau.

Jika Anak anda tidak mau meminta maaf lebih dulu seringkali di kira tidak sopan atau tidak menghargai orang sekitar. Namun, Anda harus menyadari bahwa ini bukan apa yang mereka maksudkan.

Alasan permintaan maaf pada anak-anak yang sulit
Perasaan bersalah adalah bagian dari empati seseorang. Pada usia prasekolah, kemampuan sosial-emosional anak belum sepenuhnya berkembang untuk berempati dengan orang lain.

Oleh karena itu, wajar jika pada usia ini anak-anak tampak polos, bahkan ketika mereka benar-benar melakukan sesuatu yang salah. Mereka bisa benar-benar bodoh! Jadi dia tidak bisa begitu saja disebut anak yang tidak sopan ya, Ma, Pa.

Jangan sampai anda memaksakan anak anda untuk meminta maaf karena dia melakukan kesalahan yang tidak di sadari, namun biasakan diri mereka untuk meminta maaf

Apa yang dapat dilakukan orang tua untuk mengajari anak mereka membiasakan diri meminta maaf atas kesalahan?

1. Berikan contoh

Anak-anak seperti spons penyerap. Anak-anak belajar dengan meniru. Mereka belajar lebih banyak dengan tidak hanya mendengarkan nasihat orang tua, tetapi juga mengamati perilaku orang tua secara langsung.

Ketika Anda selalu meminta maaf, ketika Anda melakukan kesalahan pada orang lain, akan lebih mudah bagi anak-anak untuk belajar. Orang tua juga tidak segan-segan untuk meminta maaf kepada anaknya jika melakukan kesalahan yang menyakitinya, seperti berhenti membentak atau mengingkari janji.

2. Pertama

Berikan contoh alasan untuk kesalahan. Bagaimana jika anak-anak tidak ingin meniru mereka ketika mereka melakukan kesalahan?

Buka   Cara Menggunakan Command SED Di Linux

Jangan paksa. Memaksa anak untuk meminta maaf justru akan membuat mereka tertekan dan hanya formalitas untuk menghindari masalah.

Yang perlu Anda lakukan saat anak melakukan kesalahan adalah terlebih dahulu meminta maaf kepada anak yang telah dirugikan oleh anak Anda dan orang tuanya. Ini juga akan menjadi contoh yang berharga bagi anak Anda.

3. Berlatih mengembangkan empati

Dengan empati, anak akan dapat lebih memahami perasaan dan sudut pandang orang lain.

Untuk melatihnya, orang tua dapat bertanya, “Menurutmu, bagaimana perasaan X ketika dia tidak diizinkan bermain ayunan sebelumnya?”

Anda juga bisa mencoba memposisikannya sebagai orang lain. Misalnya, ketika dia mengambil mainan teman, katakan, “Jika Anda adalah Y, bagaimana perasaan Anda ketika orang lain mengambil mainan Anda?”

Anda juga dapat menjelajahi 7 cara untuk mengajarkan empati kepada anak-anak lain.

Durrant berkata, “Paling-paling, anak-anak belajar mengidentifikasi kerusakan yang telah mereka lakukan dan memutuskan sendiri apakah mereka perlu memperbaikinya.”

4. Beri tahu mereka bahwa kesalahan mereka memiliki konsekuensi.

Anak-anak mungkin tidak cukup jika mereka hanya diminta untuk membayangkan perasaan orang lain seperti dulu. Coba juga untuk mengakhiri obrolan dengan hasil yang lebih nyata. Misalnya, ketika dia mendorong seorang anak di taman bermain, coba tanyakan, “Jika kamu jatuh, apakah itu sakit? Apakah itu menyakitkan? Jika Anda terluka, Anda harus membalut, Anda tidak bisa bermain dulu. Bukankah itu menyenangkan bagimu? Dia juga. ”

Contoh lain, ketika dia memecahkan vas di ruang tamu karena seorang anak memukul bola, Anda dapat berkata, “Apakah menurut Anda vas yang pecah ini dapat melukai kaki kita, kan?” Ini akan memudahkan mereka untuk memahami bahwa kesalahan yang mereka buat memiliki konsekuensi.

Buka   Fungsi Umum dan Kelebihan PDF Word Converter

5. Jelaskan manfaat permintaan maaf.

Anak-anak juga perlu diberi tahu bahwa mereka perlu meminta maaf. Mereka perlu tahu bahwa meminta maaf tidak hanya membuat kemarahan seseorang hilang. Bagi orang yang meminta maaf, perilaku ini dapat menjadi pengingat untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Untuk menyampaikan hal ini, orang tua dapat menggunakan contoh dari pengalaman masa lalu. Misalnya: “Ibuku mengambil mainan teman karena dia sangat ingin memilikinya. Teman ibu marah dan menangis. Dia tidak ingin bermain dengan ibunya. Tapi setelah Ibu meminta maaf, dia dengan senang hati mengajak Ibu bermain dengan mainannya. Sebaliknya, dia membiarkan ibunya membawa pulang mainan itu untuk dipinjam.”

6. Belajar dari permainan

Tempatkan boneka atau mainan anak-anak di sekitar Anda dan usahakan agar anak-anak bermain dengan kereta api secara berjajar. Dorong anak Anda untuk berbelok dan berbelok, dan setiap kali kereta menabrak salah satu mainan, selalu katakan, “Maaf.”

Anda juga dapat mencoba 5 ide permainan pembelajaran perilaku baik lainnya.

7. Beri apresiasi

Beri dia penghargaan yang menunjukkan bahwa Anda bangga pada anak Anda atas setiap kemajuan yang mereka buat. Ini akan memotivasi mereka untuk melakukannya lagi dan lagi.

Perlu diketahui bahwa, permintaan maaf harus berisi tiga bagian, yakni:

Kata maaf: “Maaf,….”
Pengakuan: “Aku salah karena….”
Komitmen: “Berikutnya, aku akan….”
Contohnya: “Maaf, aku salah karena telah merebut mainanmu. Selanjutnya, aku akan selalu minta izin dulu bila ingin meminjamkan mainanmu.”

Poon menceritakan, “Siswa saya mulai benar-benar memiliki hubungan mereka dengan cara baru. Semakin sering, mereka akan punya kesadaran daripada menunggu di suruh orang dewasa memaksa meminta maaf.

Ia melanjutkan, “Mereka berhenti bertingkah seolah-olah mereka ‘kalah’ ketika mereka meminta maaf, dan mereka berdua ‘menang’ bersama menuju situasi yang lebih baik. Mereka juga benar-benar mengubah perilaku mereka sebelumnya

Daftar Isi

Leave a Reply

Your email address will not be published.