Laung Rakyat
Laung Rakyat

20 Peluang Bisnis Ramadhan Menguntungkan di Tahun 2022

Tidak jarang banyak orang yang meluncurkan berbagai perusahaan baru selama Ramadhan, yang tidak hanya ladang pahala tetapi juga ladang rezeki. Tak heran jika umat Islam di seluruh Indonesia, bahkan dunia, sangat menantikan Ramadhan.

Ramadhan tidak hanya dikaitkan dengan puasa, tetapi banyak orang juga memulai usaha dadakan selama bulan ini, khususnya di Indonesia. Dari makanan hingga pakaian Muslim, ini adalah peluang bagi para pedagang yang mencari keuntungan, karena permintaan akan barang-barang ini pasti akan melonjak sepanjang bulan puasa. Anda juga dapat memanfaatkan situasi saat ini dengan memulai perusahaan Anda sendiri.

Kamu bisa mulai mempersiapkannya sekarang, mumpung masih ada satu bulan lagi. Peluang bisnis apa yang Anda miliki yang akan memberi Anda keunggulan kompetitif selama Ramadhan? Putusan sudah masuk!

 

1. Catering Makanan

Banyak orang tidak punya waktu untuk merencanakan menu buka puasa atau sahur di bulan puasa.

Jadi, manfaatkan kesempatan ini untuk memulai bisnis catering makanan selama Ramadhan tahun ini.

Anda bisa memberikannya kepada ibu rumah tangga yang bekerja dan mahasiswa kost karena umumnya mereka tidak punya banyak waktu karena jadwal mereka yang padat.

Anda mungkin terlebih dahulu melakukan riset pasar untuk menetapkan harga yang tepat.

Pilih dari paket katering mingguan atau bulanan yang dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan Anda.

Pada hari Senin, misalnya, Anda menerima pesanan total 20 kotak makanan berbuka puasa.

Lalu ada modal awal:

Rp 0 untuk peralatan masak (asumsi sudah ada di rumah)

Rp 0 di dapur (menggunakan dapur rumah)

Rp 20.000 per box (sudah termasuk nasi putih, tumis sayur, ayam goreng, sambal, pisang/jeruk, dan kerupuk)

Rice box : ukuran 20 x 20 isi 100 pcs = Rp. 75.000

_______________________________________________ +

Total modal awal: 0 + 0 + (20.000 x 20) + 75.000 = Rp. 475.000

Untuk hari pertama produksi, Anda membutuhkan modal sebesar Rp. 475.000.

Dengan harga jual satu dus beras Rp. 30.000, omzet pada hari pertama adalah Rp. 600.000.

Anda dapat memutar kembali omset pada hari pertama untuk biaya produksi katering pada hari kedua, dan seterusnya.

2. Takjil untuk berbuka puasa

. Di bulan Ramadhan, takjil adalah bisnis berikutnya yang akan laris manis.

Selama bulan puasa, Anda mungkin sangat familiar dan melihat banyak pedagang takjil di jalanan, bukan?

Manfaatkan situasi ini dengan memulai sebuah perusahaan di depan rumah dan menjualnya ke tetangga.

Jika Anda ingin lebih serius, Anda bisa mulai mencari kios segera dan pastikan Anda memiliki lokasi yang bagus.

Ketika orang mendengar ungkapan “buka puasa dengan yang manis”, mereka biasanya memikirkan makanan manis seperti kolak pisang, biji salak, atau bubur sumsum.

Namun, banyak orang yang tidak mengonsumsi makanan berat saat berbuka karena harus melaksanakan shalat Maghrib dan Tarawih. Sebagai gantinya, mereka makan makanan ringan seperti lontong, gorengan lainnya, bihun, dan mie goreng.

Alhasil, Anda bisa membeli dua bentuk takjil yang disebutkan di atas.

Investasi awal yang dibutuhkan kira-kira:

Menyewa warung pinggir jalan biayanya Rp 100.000 per hari dikalikan 30 hari sama dengan Rp 3.000.000.

Meja kayu sederhana untuk memajang barang: Rp 350.000

Persiapan makanan pembuka (goreng, lontong, kue manis) Rp 100.000 untuk 100 buah

Produksi makanan pembuka cocktail (takjil + kolak pisang) Rp 500.000 untuk 100 gelas

Rp 1.000.000 selama 30 hari pelayanan warung (3 jam setiap hari).

+

Total modal awal: Rp 4.950.000 (3.000.000 + 350.000 + 100.000 + 500.000 + 1.000.000).

Jika Anda menjual makanan seharga Rp 2.000 per buah dan minuman seharga Rp 7.500 per gelas, proyeksi omset harian Anda akan menjadi Rp 950.000 jika semuanya terjual.

 

Buka   Kucing Sphynx adalah hewan unik yang berharga puluhan juta

3. Kue

Lalu ada manisan seperti nastar atau putih salju, yang dibuat sebagai usaha selama bulan Ramadhan.

Mungkin karena sedang musim puasa, orang yang memesan kue kering lebih sedikit.

Namun, ketika Idul Fitri, permintaan pasti akan melonjak.

Bisnis ini sangat cocok bagi Anda yang ahli dalam bidang pastry chef.

Jika Anda belum pernah membuatnya, pertimbangkan untuk berlatih sebelum Idul Fitri.

Setelah itu, Anda bisa memberikan kue buatan sendiri kepada rekan kerja, tetangga, atau anggota keluarga.

Anda bisa menggunakan sistem penjualan reseller jika perlu dengan mengajak keluarga atau teman untuk membantu Anda menjual produk Anda.

Anda tidak perlu banyak uang untuk mulai bekerja sebagai koki pastry.

Inilah yang dikatakan sejauh ini:

Oven kecil (sederhana): 500.000 rp

Rp 10.000 x 2 = Rp 20.000 untuk 2 loyang kue

Rp 4.000 x 50 = Rp 200.000 untuk 50 toples mika plastik

Biaya pembuatan 50 toples kue adalah sebagai berikut: 50.000 x 50 = 2.500.000

Jumlah modal awal: Rp 3.220.000 (500.000 + 20.000 + 200.000 + 2.500.000).

Dengan harga jual kue Rp 75.000,00 per toples, penjualan 50 toples dapat menghasilkan pendapatan Rp 3.750.000.

Bukankah itu cukup menggoda?

 

4. Parcel

Selain kue kering, tidak ada yang menghentikan Anda untuk memulai layanan pembuatan parsel yang akan sangat menguntungkan menjelang Idul Fitri. Hanya mencari detail tentang cara membuat pengiriman dan di mana harus berkolaborasi?

Anda bisa menjual aneka parsel dengan berbagai bahan, seperti kue kering buatan sendiri, berbagai jenis jajanan dan biskuit yang ada di pasaran, atau kebutuhan pokok (sembilan bahan pokok).

 

5. Ketupat

Meski tidak banyak orang yang memesan ketupat saat bulan puasa, permintaan ketupat dipastikan akan meningkat seiring dengan mendekatnya hari raya Idul Fitri.

Ketika datang untuk menjual ketupat sebagai bisnis selama Ramadhan, Anda memiliki dua pilihan: menjual seluruh ketupat atau hanya menenun.

Anda juga bisa menjual sayur ketupat sekaligus untuk mendongkrak pendapatan.

 

Buka   Apa Bahan Baku Ikan Belida dan Pempek, dan Mengapa Dinyatakan Sebagai Satwa Dilindungi?

6. Toples dan Tempat Makan

Meski terlihat sederhana, tidak jarang orang membeli toples atau tempat makan baru untuk mempercantik tampilan meja tamunya.

Selama liburan, keluarga biasanya akan berkumpul dan berbagi makanan.

Tidak hanya itu, mereka juga menyelenggarakan open house untuk semua orang di lingkungan itu.

Alhasil, meja tamu atau meja makan umumnya dihias agar terlihat lebih menarik.

Cobalah untuk memulai bisnis pembuatan toples dan restoran dengan sistem yang dapat disesuaikan, di mana desain dapat diubah sesuai dengan spesifikasi pelanggan, memungkinkannya untuk memodifikasinya dengan tema Idul Fitri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.