Laung Rakyat
4 Contoh Puisi Kemerdekaan Agustus 2021

Image By Getty Images

4 Contoh Puisi Kemerdekaan Agustus 2021

Mar 21, 2022 3 min read Copy Link

Untuk merayakan HUT ke-76 Republik Indonesia, berikut kumpulan puisi tentang kemerdekaan untuk Anda baca atau renungkan.

Puisi-puisi ini dapat membuat Anda semakin mencintai negara Anda dan menghargai jiwa para pahlawan.

Puisi yang didedikasikan untuk Hari Kemerdekaan ini milik tokoh-tokoh besar seperti Sapardi Joko Damono, U. Rendra dan Taufik Ismail. Puisi Tawfik Islamil “Kami Penguasa Republik yang Sah” merupakan salah satu puisi yang menggugah semangat nasionalisme karena menunjukkan betapa pahlawan tidak boleh menyerah untuk meraih kemerdekaan Republik Indonesia.

Puisi tentang Hari Kemerdekaan 1

Pahlawanku, ini janjiku

Pengarang: NN

Aku tidak pernah tahu siapa kamu

Apa yang kamu lakukan saat itu?

Yang saya tahu adalah bahwa sejarah telah menaburkan bunga pada Anda dengan nama Anda tertulis di atasnya.

Pahlawanku,

Perjuanganmu untuk kemerdekaan

Menjaga kebanggaan nasional

diinjak-injak oleh penjajah selama bertahun-tahun

Membangkitkan semangat di dadaku

Membawa rasa nasionalisme yang sama dengan yang Anda miliki saat itu

Sekarang aku berjanji untuk melanjutkan perjuanganmu, pahlawanku

Memikirkan kebaikan bangsa

Langkah-langkah penerapan Panchashila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Kami bekerja untuk kemanusiaan

Berbicara untuk keutuhan NKRI

Ini adalah janjiku, pahlawanku

Puisi tentang Hari Kemerdekaan 2

Saya Tulis Pamplet Ini

Pengarang: W.S Rendra

Saya menulis pamlet  ini

Karena lembaga opini publik tertutup jaring laba-laba

Orang-orang berbicara dengan nada teredam

dan ekspresi diri ditekan ke – ya –

Apa yang dipegang hari ini mungkin akan hilang besok pagi

Ketidakpastian merajalela

Di luar kekuasaan, hidup menjadi misteri, bahaya, isi kebun binatang.

Jika kritik hanya diperbolehkan melalui jalur resmi,

Maka hidup akan menjadi sayur tanpa garam

Badan opini publik tidak mengandung pertanyaan

Tidak ada perdebatan

Buka   Cara cek sertifikat vaksin dan solusi jika belum muncul di pedulilindungi.id

Dan akhirnya menjadi monopoli kekuasaan

Saya menulis brosur ini

karena pamflet bukan hal yang tabu bagi penyair

Saya ingin merpati pos

Saya ingin bermain dengan bendera semaphore di tangan ku

Saya ingin membuat isyarat kaum Indian

Saya tidak melihat alasan mengapa saya harus diam dan menekan

Saya ingin kita bertukar berita secara alami

Duduk mendiskusikan kesepakatan dan ketidaksepakatan

Mengapa rasa takut adalah selubung pikiran?

Kekhawatiran menghancurkan hidup

Ketegangan menggantikan asosiasi pikiran bebas

Matahari menyinari air mata yang jatuh ke dalam api

Bulan memberi mimpi balas dendam

Gelombang angin mengungkapkan desahan yang menumpuk seperti puing-puing

Keraguan

Kecurigaan

Takut

Kelesuan

Saya menulis brosur ini

Karena teman dan musuh adalah saudara

Masih ada cahaya di alam

Matahari terbenam digantikan oleh bulan

Lalu besok pagi dia akan bangun lagi

Dan di air kehidupan yang keruh

Saya melihatnya seperti di cermin:

ternyata kita adalah manusia!

Puisi tentang Hari Kemerdekaan 3

Kami adalah pemilik sah republik ini

Pengarang : Taufik Ismail

Tidak ada pilihan lain

Kita harus melanjutkan

Karena berhenti atau mundur

Berarti hancur

Akankah kita menjual iman kita?

Dalam pengabdian tanpa harga

Kita akan duduk di meja yang sama

Dengan pembunuh tahun lalu

Di setiap kalimat yang diakhiri dengan

“Duli, Tuanku?”

Tidak ada pilihan lain

Kita harus melanjutkan

Kami adalah orang-orang dengan mata sedih yang berdiri di pinggir jalan

Angkat tangan Anda untuk kepangan penuh dan bus

Kami adalah puluhan juta yang telah hidup dalam kemiskinan selama bertahun-tahun

Telah dilanda banjir, gunung berapi, kutukan dan hama

Dan saya bertanya-tanya apakah ini yang disebut kemerdekaan

Kami yang tidak tertarik dengan ribuan slogan

Buka   Puisi Kemerdekaan karya Chairil Anwar

Dan seribu speaker kosong

Tidak ada pilihan lain

Kita harus melanjutkan

Puisi tentang Hari Kemerdekaan 4

Menatap merah dan putih

Pengarang : Sapardi Joko Damono

Menatap merah dan putih

Melambai dan menari di langit

Gelombang memakan banyak korban

hidup dan harta benda

Berkibar merah putih

Menjulang tinggi di langit

Selalu di iringi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya

Dan air mata

Dulu, saat perjuangan kemerdekaan

Untuk memunculkan merah dan putih, Anda harus mulai dengan pertumpahan darah

Pejuang yang tak pernah lelah

berteriak: Kebebasan!

Menatap merah dan putih

Ini adalah pertarungan melawan murka kemarahan

Hancurkan para penindas dari negara kita tercinta Indonesia

Menatap merah dan putih

Ini adalah darah yang menggelegak untuk membela kebenaran dan hak asasi manusia

Hancurkan semua kolonialisme di rumah

Menatap merah dan putih

Ini adalah kebebasan untuk dipertahankan dan dipertahankan

Bersinar di langit

Terus kibarkan merah putihku dalam kemenangan dan kedamaian

 

Sekian Contoh Puisi Di Hari Kemerdekaan Semoga Bermanfaat