Laung Rakyat
Alasan ilmiah mengapa Anda cemas dan ingin mencubit pipi bayi

Image by Getty Image

Alasan ilmiah mengapa Anda cemas dan ingin mencubit pipi bayi

Oct 29, 2022 2 min read Copy Link

Bund, hayoo ngaku! Berapa banyak dari Anda, ketika Anda melihat balita lucu dengan pipi chubby yang menggemaskan, ingin mencubitnya karena gemes dan bersemangat? Jika iya, jangan khawatir, Anda tidak sendiri karena banyak ibu-ibu lain pasti ingin melakukan hal yang sama.

Bayi dikenal menggemaskan, terutama ketika mereka bertingkah dengan daya tarik dan keanehannya. Banyak sekali perilaku anak seperti itu yang bisa menimbulkan senyum dan tawa akibat kejengkelan yang ditimbulkannya.

Bayi tidak hanya menjadi magnet bagi orang tua, tetapi juga bagi setiap orang yang melihatnya, bahkan bagi mereka yang belum menjadi orang tua. Tidak heran jika saat kita melihat bayi, kita pasti akan merasa kesal dan ingin mencubit pipinya. Tapi apa alasan dari perasaan jengkel dan keinginan untuk mencubit anak?

Cute Aggression

Saat membuka halaman BabyGaga, seseorang ingin mencubit ketika melihat bayi yang menggemaskan, karena sesuatu yang disebut agresi imut. Ini sebagian besar normal untuk semua orang. Sebuah studi tahun 2015 menyoroti alasan mengapa kita marah dan ingin mencubit anak-anak kita.

Penelitian telah menunjukkan bahwa ini kemungkinan besar disebabkan oleh reaksi otak yang berlebihan ketika kita melihat hal-hal yang “terlalu” menggemaskan. Ini adalah dorongan untuk meremas, mencubit, atau bahkan menggigit apa yang Anda lihat.

Dalam penelitian ini, 54 peserta penelitian dilengkapi dengan alat yang disebut electroencephalography (EEG), yang merupakan alat yang digunakan untuk mengukur aktivitas otak, dan diminta untuk melihat gambar acak, termasuk gambar bayi manusia dan hewan.

Gambar bayi manusia dan hewan menggemaskan diketahui paling banyak mendapat tanggapan dari peserta penelitian. Para ilmuwan kemudian menemukan bahwa ini adalah cara otak mengatasi respons yang luar biasa. Dengan sedikit agresi, otak mencoba menyeimbangkan perasaan.

Buka   Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Melalui Website resmi

Namun perlu diperhatikan ya Moms, bahwa agresi imut ini bukan berarti seseorang ingin menyakiti anak yang dilihatnya, melainkan merupakan reaksi normal yang terjadi di otak akibat emosi yang tidak wajar yang dialami seseorang.

Reaksi Anda membantu si kecil bertahan hidup

Meskipun reaksi jengkel atau dorongan untuk mencubit anak ini bisa menjadi tidak menyenangkan atau bahkan menakutkan bagi anak yang menggemaskan, menurut laman ScienceAlert, reaksi orang dewasa semacam itu dapat membantu anak tersebut bertahan hidup.

Pasalnya, agresi imut yang membuat seseorang cemas dan ingin mencubit anak ada hubungannya dengan membesarkan anak dan ingin mengurus sesuatu. Artinya, ketika seseorang memiliki keinginan atau kebutuhan untuk mencubit sesuatu yang lucu, mereka juga akan memiliki dorongan yang sangat kuat untuk merawatnya.