Laung Rakyat
Dampak Awan Cumulonimbus

Dampak Awan Cumulonimbus

Jul 23, 2022 2 min read Copy Link

Pada Rabu (20/1/2021), fenomena seperti puting beliung terjadi di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri. Sistem awan cumulonimbus (Cb) diduga menjadi sumber angin ini.

Penduduk setempat terkejut dengan fenomena tersebut, yang dilaporkan secara luas di media sosial.

Meskipun mirip dengan tornado, kejadian ini adalah puting beliung, menurut Kompas.com. “Di darat namanya angin puting beliung, di air namanya puting beliung,” jelas Siswanto, Kepala Sub Bagian Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG yang dihubungi Kompas.com kemarin.

Menurut Kepala Bidang Prakiraan Cuaca dan Peringatan Dini BMKG Miming Saepudin, fenomena puting beliung ini mirip dengan puting beliung yang muncul dari struktur awan cumulonimbus (Cb) kemudian turun seperti batang pohon.

Angin puting beliung mungkin terlihat di atas Waduk Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Rabu sore (20/1/2021). Apa sebenarnya awan cumulonimbus itu? Awan cumulonimbus dapat dilihat dari permukaan tanah berupa awan kelabu besar yang berwarna gelap dan menjulang tinggi seperti kembang kol, menurut Siswanto.

Awan cumulonimbus adalah awan kumulus yang dihubungkan dengan badai petir dan hujan lebat. Awan ini adalah jenis nimbus, atau awan pembawa presipitasi, yang berasal dari bawah 20.000 kaki dan relatif dekat dengan daratan. Awan Cumulonimbus sangat lembab karena hal ini.

Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa awan ini mengandung banyak air, yang membuatnya tampak gelap di langit. Awan cumulonimbus merupakan salah satu jenis awan cumulonimbus. Karena bentuknya yang seperti jamur, awan cumulonimbus juga dikenal sebagai thunderheads.

Kilatan akan muncul di tengah awan cumulonimbus ini ketika tetesan air terionisasi di awan bergesekan satu sama lain. Petir disebabkan oleh akumulasi muatan statis. Awan cumulonimbus membutuhkan kondisi hangat dan lembab untuk berproduksi.

Buka   Studi baru mengungkapkan bahwa anak-anak dari ibu dengan diabetes selama kehamilan memiliki peningkatan risiko masalah mata

Badai petir dengan energi yang cukup dapat berubah menjadi supercell, yang dapat menciptakan angin kencang, banjir bandang, dan banyak petir. Bahkan, jika kondisinya tepat, beberapa di antaranya bisa menimbulkan angin puting beliung atau angin topan.

Meskipun cumulonimbus menghasilkan hujan lebat, biasanya hanya berlangsung sekitar 20 menit. Ini karena awan tidak hanya membutuhkan banyak energi untuk terbentuk, tetapi juga membutuhkan banyak energi untuk mempertahankan bentuknya.

Ada beberapa outlier, seperti badai petir kering, yang dapat berupa awan cumulonimbus tanpa curah hujan di tanah. Varietas ini berlimpah di Amerika barat, di mana tanahnya lebih kering, dan sering disalahkan atas kebakaran hutan.

Cumulonimbus adalah jenis awan yang sering dikaitkan dengan cuaca buruk. Dampak awan cumulonimbus ini dapat mengakibatkan berbagai bencana hidrometeorologi, antara lain banjir bandang, badai petir, dan hujan lebat.

Awan cumulonimbus adalah contoh yang sangat baik tentang bagaimana ketinggian dapat mempengaruhi pembentukan awan. Daerah ini menghasilkan udara hangat sebagai akibat dari penguapan dan efek rumah kaca, yang memungkinkan terbentuknya awan kumulus dan cumulonimbus.

Sebagian besar cuaca didorong oleh turbulensi yang disebabkan oleh gesekan antara udara dan permukaan bumi, bercampur dengan panas yang tersimpan dari matahari. Cumulonimbus juga merupakan salah satu penyebab paling umum dari kecelakaan penerbangan.

Kecelakaan Sriwijaya Air JT 182 kemungkinan disebabkan oleh masalah cuaca terkait keberadaan awan cumulonimbus, sementara penyebab pastinya masih diselidiki.

 

Pencarian Berdasarkan Kata Kunci Apa Arti Kilat - Pengertian Awan - Nimbus Adalah - Makna Petir Adalah - Klasifikasi Awan - Jenis Jenis Awan Dan Gambarnya - Jenis Awan Rendah\" - Gambar Awan Stratocumulus - Awan Yang Mengandung Hujan - Awan Tertinggi - Awan Hujan - Awan Dalam Bahasa Inggris - Awan Altostratus - Apa Itu Awan - \"awan Cumulonimbus -